UTS Bahasa Arab Semester 2 Manajemen Keuangan Syari'ah
Jawaban Soal UTS Bahasa Arab
1. I'lal adalah ilmu tata bahasa arab yang bertujuan untuk mengubah Huruf illat seperti Wau (و), Alif (ا) dan Ya'(ي), supaya ringan dan mudah dalam mengucapkannya. Cara mengubah huruf-huruf illat tersebut, terkadang dengan cara menukar, memindahkan tanda baca/harakat/syakal, disukunkan, bahkan sampai membuang huruf.
Jumlah Mufidah fiil mu'tal Akhir (kalimat yang berakhiran huruf illat)
Contoh:
• الْمُتَّقِيْ يَخْشَى رَبَّهُ (mu'tal Alif)
• الْمُوَحِّدُ لاَ يَدْعُوْ إلاَّ اللهَ (mu'tal wawu)
• أَنْتَ تُرَبِّيْ أَوْلاَدَكَ عَلَى الْفَضِيْلَةmu'tal ya)
2. Mu'rab
• الاعراب هو تغيير أواخر الكلم لاختلاف العوامل عليها لفطا أو تقديرا
“I’rab atau Mu’rab adalah perubahan akhir kata karena masuknya amil yang berbeda-beda, baik secara lafadz maupun secara dikira-kirakan keberadaannya.”
Contoh:
• جَاءَ زَيْدٌ = Zaid telah datang.
• رَأَيْتُ زَيْدًا = Aku telah melihat Zaid.
• مَرَرْتُ بِزَيْدٍ = Aku telah bertemu dengan Zaid.
3. Fi’il madhi huruf akhirnya selamanya di fathah-kan.
Contoh; نَصَرَ ; عَلِمَ ; ضَرَبَ ; حَسُنَ ; اَكْرَمَ
Di fathah-kan huruf akhirnya fathah secara lafadz, dan fathah secara perkiraan, seperti: رَمَى، دَعَى، نَهَى ; fathah akhir yang diperkirakan juga apabila fi’il madzinya bertemu dengan dhamir rafa’ (dhamir yang dirafa’kan) karena menjadi fa’ilnya, seperti; عَرَفْتُ، نَصَرْتُ، فَعَلْتُ
Di dalam kitab ‘Imrithy juga dijelaskan sebagai berikut;
• فالماضى مفتوح الاخر ان قطع * عن مضمر محرّك به رفع
Fi’il madhi itu selalu di fathah-kan huruf akhirnya jika terlepas (tidak bertemu) dari dhamir mutaharrik yang di rafa’kan.
4. A
5. A
6. Isim Maqshur secara bahasa berasal dari bahasa arab yakni قصر ـ مقصور yang dengan kata lain diringkas. Hal ini dikarenakan saat dalam suasana rofa’, nasab maupun jer, harakat akhir isim ini tidak berubah atau tetap. Biasa disebutkan tanda i’robnya diringkas atau dikira-kirakan dengan fathah.
Contoh :
• Dalam masdar fiil lazim wazanفَعِلَ , contoh: جَوِيَ - جَوًى , رَضِيَ – رِضًا
• Dalam wazan فِعَلٍ yakni jamak dari wazan فِعْلَة, contoh: حِلْيَةٌ – حِلًى
• . Dalam wazan فُعَلٌ yakni jamak dari wazan فُعْلَةٌ, contoh: مُدْيَةٌ – مُدًى
• Isim manqus secara bahasa berasal dari kata نَقَصَ – مَنْقوْص yang dengan kata lain kurang atau dikurangi. Ini disebabkan dikurangi menampakan beberapa harakatnya, yaitu saat rofa dan jar, dan saat tingkah nashob manqus bertolak belakang dengan maqshur dan me sti ditampakan alamat nashobnya (yaitu fatkhah).
Contoh:
• Ketika rofa’ laksana lafadz: (جاء الداعِى (بضمّة مقدرة
• Ketika jer laksana lafadz: (مرَرْتُ بِالداعِى (بكسرة مقدرة
• . Ketika nashob laksana lafadz: (رَأَيْتُ الداعِيَ (بفتحة ظاهرة
7. A
8. A
9. Asmaul Khomsah (الأَسْمَاءُ الخَمْسَةُ)' yaitu 'isim-isim yang lima', isim-isim ini mempunyai ciri yang khusus yang tidak dimiliki oleh isim lain.
10. qasam (اْلقَسَمُ) yang bermakna al-yamiin (اْليَمِينُ), yaitu menguatkan sesuatu dengan menyebutkan sesuatu yang diagungkan dengan menggunakan huruf-huruf (perangkat sumpah) seperti wawu dan yang lainnya. Huruf-huruf dimaksud ada tiga, yaitu:
1. Wawu (و)
Contoh :
• فَوَرَبّ السّمَآءِ وَالأرْضِ إِنّهُ لَحَقّ
“Maka Demi Rabb langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi)” [QS. Adz-Dzariyaat : 23].
2. Ba’ (ب)
Contoh :
• لاَ أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Aku bersumpah dengan hari kiamat” [QS. Al-Qiyaamah : 1].
3. Taa’ (ت)
Contoh:
• تَاللّهِ لَتُسْأَلُنّ عَمّا كُنْتُمْ تَفْتَرُونَ
“Demi Allah, sesungguhnya kamu akan ditanyai tentang apa yang kamu ada-adakan” [QS. An-Nahl : 56].
Komentar
Posting Komentar